(2) LOVE TYPE: Karakter Kepribadian Asumtif

Pada bahasan yang lalu tentang Love Type, saya telah mendeskripsikan mengenai “Karakter Utama Keenam Belas Love Type”. Tentunya mungkin yang membacanya agak bingung sebenarnya apa itu simbol-simbol seperti I/E, N/S, T/F, J/P? Nah karena saya sudah berjanji akan menerangkannya, maka pada bahasan kali ini saya akan menerangkan simbol-simbol tersebut. Perlu diketahui bahwa karakter kepribadian asumtif adalah salah satu cara cepat untuk mengkategorikan karakteristik seseorang dengan tujuan untuk menemukan pasangan yang sesuai. Berikut adalah ulasannya!ūüėÄ

I. INTROVERT (I). Seseorang disebut introvert jika ia:

  1. Senang diam di rumah, biasanya sendiri, membaca, menulis, berpikir, atau bersantai.
  2. Memiliki sedikit kawan dekat dan/atau beberapa kenalan dekat.
  3. Sedikit bicara-atau banyak bicara dalam waktu singkat-lalu kelelahan.
  4. Mengembalikan energinya dengan melewatkan waktu sendirian di rumah.
  5. Cenderung pergi ke acara kumpul-kumpul di awal waktu dan pulang dengan cepat.

II. EXTROVERT (E). Seseorang disebut extrovert jika ia:

  1. Senang berpartisipasi dalam kegiatan sosial teratur bersama sekelompok besar teman dan.atau kenalan.
  2. Senang menghabiskan waktu di luar rumah, tempat banyak kesempatan berinteraksi dengan orang lain.
  3. Senang bicara banyak.
  4. Menarik energi banyak dari interaksi sosial.
  5. Cenderung menjadi salah satu dari yang paling terakhir pulang dalam acara kumpul-kumpul.

III. INTUITIVE (N). Seseorang disebut intuitive jika ia:

  1. Senang menggunakan kiasan, analogi, dan deskripsi dalam komunikasi.
  2. Jarang puas dengan kenyataan; selalu berusaha memperbaiki dunianya.
  3. Suka berpikir, membaca atau berbicara tentang masa depan, membuat penemuan baru, dan mencari tahu tentang kemungkinan-kemungkinan dalam hidup.
  4. Tidak terlalu berbakat dalam hal-hal praktis, seperti mengatur keuangan, dan lebih suka melakukan tugas-tugas imajinatif: menulis soneta atau memenuhi ide bisnis.
  5. Menyukai humor abstrak, seperti plesetan.

IV. SENSOR (S). Seseorang disebut sensor jika ia:

  1. Senang berkomunikasi dengan mengutip fakta, statistik, dan konsep yang dapat diamati.
  2. Menerima hidup apa adanya dan percaya pada pepatah “Yang kau lihat adalah yang kau dapat.”
  3. Senang berpikir, membaca dan mengobrol tentang hal-hal praktis, nyata dan topik-topik kekinian.
  4. Berbakat dalam hal detail dan kepraktisan hidup, dan tak begitu tertarik dengan topik-topik imajinatif yang sedang dipikirkan dan dibicarakan para pemimpi.
  5. Menyukai komedi “membumi”-olok-olok dan skeptik.

V. FEELER (F). Seseorang disebut feeler jika ia:

  1. Senang berbicara tentang perasaan, hubungan, dan masalah pribadi.
  2. Menghindari pertengkaran dan membenci debat karena tak ingin menyakiti perasaan siapapun.
  3. Cenderung pintar mendeteksi jika orang lain membutuhkan dukungan emosional.
  4. Ingin merasakan, di akhir perbincangan, bahwa orang lain menyukai dan mendukungnya, dan bahwa mereka kini lebih dekat setelah berbagi komunikasi bersama.
  5. Terkesan oleh orang-orang yang hangat dan menarik.

VI. THINKER (T). Seseorang disebut thinker jika ia:

  1. Tampak suka melamun, sibuk dengan dunianya sendiri dan terlihat tak terlalu tertarik untuk berinteraksi dengan orang dalam hal emosi.
  2. Menyukai argumen dan debat yang menggairahkan dan kontroversial untuk melatih analisisnya. Ia tak memasukkan diskusi semacam ini ke dalam hati.
  3. Cenderung pintar mendeteksi jika orang bersikap tak logis.
  4. Ingin memastikana bahwa pertukaran informasi berharga telah terjadi dalam sebuah percakapan dan bahwa tujuan perbincangan yang sebenarnya telah tercapai.
  5. Terkesan oleh orang-orang yang cerdas dan mengerti dengan apa yang mereka katakan.

VII. PERCEIVER (P). Seseorang disebut perceiver jika ia:

  1. Senang mengalihkan topik pembicaraan.
  2. Selalu mengubah rencananya, dan Anda tak pernah tahu kapan ia muncul.
  3. Sering terlambat.
  4. Punya kecenderungan berantakan atau tak teratur (dari sudut pandang orang lain).
  5. Senang mengerjakan beberapa hal sekaligus – meski mungkin tak dapat menyelesaikannya.

VIII. JUDGING (J). Seseorang disebut judger jika ia:

  1. Senang membahas sebuah topik pembicaraan hingga tuntas sebelum memulai topik baru.
  2. Senang terikat pada jadwal teratur, dan Anda biasanya menemukan mereka pada waktu-waktu tertentu.
  3. Jarang terlambat untuk sebuah pertemuan.
  4. Seringkali sangat rapi dan teratur (dari sudut pandang orang lain) atau berjuang agar seperti itu.
  5. Senang mengerjakan sesuatu hingga selesai.

Demikianlah kedelapan karakter kepribadian asumtif yang dapat dijelaskan, ini dapat digunakan untuk menentukan pasangan (ideal) Anda termasuk yang mana jika digolongkan di dalam Karakteristik Utama Keenam Belas Love Type.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s