Pilih Kuliah atau Kursus?

Some people will never learn anything, for this reason, because they understand everything too soon.  ~Alexander Pope

Memahami perbedaan antara orang yang berhasil lewat PENDIDIKAN FORMAL seperti kuliah dan orang yang berhasil lewat PENDIDIKAN NON FORMAL seperti kursus terkadang membingungkan sebagian besar orang. Banyak yang mengatakan bahwa kursus lebih penting daripada kuliah dan sebaliknya. Seakan tak pernah ada habisnya. Pada pembahasan saya kali ini, akan saya coba uraikan sedikit tentang pilih kuliah atau kursus?

Kuliah, kabar buruknya terkadang bukan selalu jalur yang tepat untuk Anda bekerja menghasilkan uang dikemudian hari (saya tekankan sekali lagi: menghasilkan uang)  karena dalam kuliah yang lebih ditekankan biasanya adalah pengetahuan, pengetahuan itu selalu berkembang dan selalu berbeda dengan praktiknya. Itulah sebabnya sebagian besar orang mengatakan bahwa “bukan teori, yang penting praktik”. Hal tersebut mungkin memang benar untuk bidang-bidang pekerjaan tertentu seperti manajemen, marketing, bahkan desain dan komputer pun tidak harus selalu ditempuh di kuliah demi ijazah kemudian bekerja dengan ijazah itu.

Jika Anda masih belum mengerti, saya coba jelaskan, di kuliah Anda akan belajar banyak hal mungkin dari A-Z, “Anda tahu semua” tapi mungkin Anda sulit sekali untuk memfokuskan diri karena memang terkadang kurikulum di pendidikan kurang menggali potensi Anda untuk fokus kearah mana. Jadi mungkin saja selama Anda kuliah Anda akan cenderung diarahkan menjadi “GENERALIST” bukan “SPECIALIST”, Anda punya banyak pengetahuan tapi cenderung minim keahlian, ini cukup berbahaya, Anda harus seimbang.

Lantas apakah tidak perlu kuliah? Saya bilang ada bidang-bidang tertentu yang bisa dipelajari sendiri tanpa harus selalu diambil dikuliah, ciri utamanya adalah bidang yang terlalu umum tanpa menawarkan keahlian. Mengapa? Karena Anda bisa belajar sendiri dari buku-buku yang Anda baca kalau Anda mau untuk meningkatkan pengetahuan di bidang tersebut kapan saja. Bidang-bidang profesi seperti arsitek, kedokteran, akuntansi, teknik sipil, ini tentu harus diambil lewat kuliah. Karena hanya pendidikan formal yang akan memberikan keuntungan paling banyak dari profesi ini.

Bagaimana dengan jalur kursus? Bagi Anda yang tidak mau kuliah, atau terbentur masalah biaya. Anda HARUS menempuh jalur ini, karena inilah yang akan memberikan sangat banyak keuntungan bagi Anda, sekaligus menghemat biaya. Fokus dari kursus adalah keahlian, sebagai contoh Anda ikut kursus design grafis, maka Anda akan diajarkan ilmu terapan yang lebih cepat daripada hanya sekedar teori-teori dan sebagainya sehingga Anda lebih siap untuk bekerja. Oh iya, jangan salah tafsir juga, ilmu ditempat kursus ternyata bisa lebih tinggi daripada yang diperoleh di kuliahan untuk kasus-kasus tertentu. Kok bisa? Tentu bisa karena keahlian adalah fokusnya. Jika Anda sudah fokus, coba dan dapatkan pengalaman sebanyak mungkin sambil mengumpulkan uang setelah itu, Anda bisa balik kapan saja untuk kuliah dengan tujuan memperoleh banyak pengetahuan yang belum Anda ketahui sebelumnya.

Apa saran untuk Anda? Tergantung keadaan, tapi saran terbaik saya bagi yang belum mampu kuliah atau tidak tahu mau kuliah apa, lebih baik ikuti kursus saja atau kursus dulu lalu baru kuliah. Kursus akan membangun keahlian yang akan Anda miliki lebih cepat dan juga minat,  kuliah akan memperluas pengetahuan Anda dan jam terbang akan mempertajam intuisi Anda. Mungkin ada baiknya Anda menyimak hal-hal dibawah ini:

  • Jika Anda menyukai bidang Animasi, setelah lulus SMA/SMK lebih baik ikut kursus animasi dulu setelah itu kalau mau dapat lanjut ke kuliah DKV (Design Komunikasi Visual jurusan Animation) atau bekerja freelance atau diperusahaan orang lain atau mendirikan usaha sendiri.
  • Jika Anda menyukai bidang desain grafis, setelah lulus SMA/SMK lebih baik kursus desain grafis setelah itu dapat lanjut ke kuliah DKV (Design Komunikasi Visual jurusan graphic design) atau bekerja freelance atau diperusahaan orang lain atau mendirikan usaha sendiri.
  • Jika Anda menyukai bidang website, setelah lulus SMA/SMK lebih baik kursus mengenai website secara menyeluruh setelah itu lebih baik tidak perlu melanjutkan kuliah, melainkan langsung bekerja jadi freelance atau lamar kerja yang berhubungan dengan website. Asah terus kemampuan Anda, karena keahlian sangat dibutuhkan disini. Selanjutnya karena keahlian sudah ada, Anda dapat bangun bisnis Anda sendiri.
  • Jika Anda menyukai bidang psikologi, harus kuliah kalau bisa sampai S2 (master) atau S3 (doktor), karena Anda akan lebih mendapat banyak keuntungan dari profesi sebagai psikolog.
  • Jika Anda menyukai bidang kedokteran, harus kuliah dan harus ambil spesialis, karena Anda akan lebih mendapat banyak keuntungan dari profesi sebagai dokter spesialis, kalau belum jadi dokter spesialis artinya belum jadi.
  • Jika Anda tidak tahu menyukai bidang yang mana, lebih baik jangan kuliah dulu sampai tahu bidang mana yang Anda sukai. Atau kalau Anda tetap ingin kuliah, pastikan Anda tahu minat dan passion atau ikuti kata hati Anda dimana titik Anda menyukai hal tersebut.

Demikianlah saran dari saya, silahkan Anda yang tentukan sendiri jalan hidup Anda. Salam happy & success! 🙂

Good Luck, semoga membantu!

Definition Of A Good Education Education is defined as acquiring skills. There are many different ways to be educated and many subjects that can be studied. A good education is one that teaches a student to think. This is proven by Edith Hamilton, Malcolm X, and Adrian Rich

Advertisements

50 thoughts on “Pilih Kuliah atau Kursus?

  1. Sama-sama, semoga informasi ini dapat memberikan cara pandang yang lain.
    Mengikuti kursus akan sangat banyak membantu Anda dalam dunia kerja, dan sekaligus mendukung keahlian Anda ketika Anda melanjutkan kuliah 🙂 Tapi pastikan sebelumnya Anda mengetahui Passion Anda.

  2. tapi kalo sy liat2. hasil karya anak kuliah dkv sama anak kurus desain grafis/dkv, sanagat berbeda. anak yg ngambil kuliah dkv, portofolio lebih hidup dan ada feel nya. seolah2 ada ruh yg terkandung di dalam hasil karyanya.

    • Iya benar, memang ada perbedaannya karena kuliah DKV menggunakan banyak perpaduan teori dan praktik yang saling bersinergi. Kuliah DKV bayar “harga” lebih tinggi selain dalam bentuk uang, juga dalam bentuk pengerjaan tugas dan belajar teori. Sangat jelas bahwa mereka belajar lebih banyak. Jadi itulah gunanya kuliah.

      Tapi bagi mereka yang ingin terjun ke dunia pekerjaan secara cepat langsung bisa cari uang, kursus adalah jalan yang tepat. Sambil jalan dengan bekerja, maka bisa sambil bertanya ke rekan lulusan DKV mengenai pola pikir mereka dalam menghasilkan karya dan bila tekun berlatih sambil turut mengembangkan minat membaca pasti akan semakin mahir dan tentunya bisa menciptakan karya yang hebat juga.

  3. Thank’s banget infonya , saya lagi bingung bangt mau kuliah atau kursus…. Alhamdulillah akhirnya saya menemukan jalannya …. Thank’s …. Sukses buat semua ….

  4. Saya baru masuk kuliah tahun ini dan saya ngambil dkv. Minta sarannya kalau saya kuliah sambil ngambil kursus desain gimana???

    • Buat apa kursus manajemen atau bisnis? Lebih baik langsung nyemplung buka bisnis aja.
      Saran saya, lebih baik fokus ambil kursus buat dalamin teknikal yang mendukung penuh ilmu arsitektur, seperti kursus Autocad
      atau kursus website. Jadi nanti pas uda selesai kuliah siap tempur praktik di dunia kerja.

    • Hi Ardy, coba explor lebih jauh lagi apakah nanti hanya tetap akan jadi hobi atau digunakan di dunia kerja.

      Kalau akan digunakan di dunia kerja, tidak peduli Anda bisa bahasa mandarin belajar dari duduk dibangku kuliah atau dari kursus.
      Yang penting Anda bisa bahasa mandarin, bisa tulis, baca dan bisa menggunakannya untuk kepentingan perusahaan dengan baik.

      Kalau dari hitungan biaya tentunya kursus bisa lebih menghemat biaya daripada kuliah dengan hasil akhir sama yaitu bisa bahasa mandarin.
      Tapi jika Anda ingin mendapatkan ilmu dan pengalaman lain, selain ilmu mandarin, misalnya ilmu tentang organisasi, bergaul, kerjasama dll maka kuliah saya kira bisa lebih memfasilitasi hal tersebut. Tentunya jika Anda ingin terlibat dalam segala aktivitas tersebut, bukan hanya kuliah-pulang, kuliah-pulang.

  5. Assalammu alaiqum wr. Wb.. gan, Saya Suka bisnis atau wirausaha.. bagusnya gimana..? Kursus..? Atau kuliah di manajemen bisnis..?

    • Langsung buka bisnis aja, belajar sambil jalan.
      Untuk buka bisnis gak harus kursus atau kuliah dulu.
      Kecuali bisnis yang membutuhkan ketrampilan tertentu dan ingin dikerjakan sendiri dari awal.
      Contoh mau buka salon tapi mau jadi hairdresser dan tukang cukurnya juga, jadi ya harus belajar bagaimana menata rambut dan cukur rambut di tempat kursus dulu.

  6. Terimakasih sdh membuka pikiran anak saya. Saya sekeluarga beruntung bisa baca artikel ini. Pengen jadi animator mau kursus aja sambil kuliah dkv.

    • Terima kasih sudah membaca artikelnya dan bermanfaat buat Anda.
      Jika menyukai animasi dan ingin ambil kuliah DKV, pastikan perguruan tingginya ada penjurusan ke arah animasi sesuai yang diminati.
      Kalau sudah tahu fokus arah animasi seperti apa yang diminati (2D/3D dsb), lebih baik mulai belajar dan mendalami secara teknis dan non teknis.
      Maksudnya secara teknis, kelak ingin menguasai/menggunakan software 3D apa? Maya? 3D Max? dsb dsb
      Non teknis adalah pengetahuan seputar industri animasi dan konsep 3D, virtualisasi, dsb

  7. Hai frendi,

    Bersyukur bisa baca tulisan anda ini.
    Saya mmg sdg ‘sangat galau’ utk memilih jalur pendidikan formal / non formal.

    Berhubung usia saya yg sdh tdk muda lagi (25tahun), dipastikan akan trlalu tua jika ambil kuliah s1 diusia ini. saya baru akan lulus s1 di usia 29-30 tahun.

    Tentunya akan sulit juga utk melamar pekerjaan diusia 30an wlau ijazah s1 sdh di dapat.

    so, insha Allah sy memilih kursus saja.
    Lebih hemat waktu & hemat biaya.
    Juga lebih spesifik dlm keahlian tertentu.

    Kira2 Contoh kursus bidang (keahlian) apa sj yg sertifikatnya bisa lebih mudah utk melamar pekerjaan ?

    Thanks alooottt 🙂

    • Good for you.

      Untuk kursus bidang keahlian dan sertifikat bisa lebih mudah untuk melamar pekerjaan sifatnya relatif karena tergantung juga dengan daya serap kebutuhan di sektor tersebut secara nyata. Lalu saya tidak tahu apa yang Anda sukai, akan menjadi percuma jika saya menyarankan A, tapi ternyata Anda tidak suka sehingga perlu digali lebih dahulu sebenarnya Anda ingin apa, dan punya tujuan apa (WHAT) sehingga baru bisa diketahui caranya (HOW)

  8. Sya suka bisnis juga suka berwirausaha, saat ini sedang merintis usaha, jika saya kuliah di manajemen bisnis kira2 cocok apa tidak? Karna yg sya pikirkan nanti saat sya kuliah relasi bertambah ilmu manajemen bisnis pun bertambah hal ini berguna untuk kelangsungan usaha saya kedepan karna saat ini sudah era MEA mhon di berikan tanggapan

    • Manajemen bisnis, sebenarnya bisa diasah sendiri dengan banyak baca dan pengalaman berusaha langsung. Itu dinamakan praktek.
      Kuliah manajemen bisnis sepengalaman saya hanya untuk “tahu” dan untuk “memperluas” pengetahuan, bukan untuk “mempraktikkan” langsung karena saya lulusan manajemen bisnis dan komputer. Singkat kata, jika modal terbatas lebih baik belajar sendiri segudang ilmu dari internet di zaman sekarang untuk belajar sehingga tingkat pemahaman kamu terhadap teori-teori bisnis meningkat. Misalnya hanya dengan mengetahui prinsip pareto 80:20, kamu suda bisa memperoleh keuntungan.
      Hanya dengan mengetahui SWOT kamu sudah bisa analisa bisnis. Dsb.

      Relasi di kuliah memang bisa terjalin, tapi tergantung kamu juga bisa / senang bergaul atau tidak atau banyak tujuan yang tidak sama antara teman-teman kamu yang kuliah dan kamu sendiri. Jadi jangan bergantung relasi dari teman kuliah, kamu bisa cari sendiri dalam acara-acara tertentu misal seminar dll

  9. Alhamdulillah sangat terbatu sekali☺ saya akan pilih kursus dulu,memang benar kursus dulu baru lanjut kuliah, saya ingin jadi pengusaha apa perlu saya kuliah?

    • Menjadi pengusaha cukup langsung mulai dan belajar dari pengalaman.
      Pengusaha tidak mutlak harus kuliah tapi mutlak harus belajar terus untuk meningkatkan ketajaman kemampuan bisnisnya.
      Mulailah dari berdagang.

  10. Kalau pengen jadi dokter memang harus kuliah, tapi kalau ingin berkarir di bidang akutansi apa juga harus kuliah? Tidak cukup kah dengan mengikuti kursus misalnya LP3i, IAI, atau IKPI. Mohon penjelasannya

    • Bisa hanya dengan kursus, tapi untuk berkarir dibidang akuntansi yang paling penting adalah kamu dapat gelar profesional seperti CPA (Certified Public Accountant) sebagai dasar penilaian kamu di dunia akuntansi, jika punya gelar ini kamu akan diakui juga secara international..

  11. terima kasih atas artikelnya kak. saya suka bahasa inggris dan menghitung, dan sekarang saya kuliah dijurusan business english di perguruan tinggi negeri dan jurusan akuntansi di perguruan tinggi swasta. apakah saya lebih baik meninggalkan akuntansi saya dan mengambil les akuntansi saja? krn kuliah saya di pts ini tdk maksimal, atau lebih baik saya pertahankan saja dua2nya? mohon sarannya kak, terima kasih.

    • Dear Nina,
      Sepertinya kamu lebih senang kuliah di jurusan business english daripada di jurusan akuntansi.
      Coba lihat kedepan, kamu mau bekerja sebagai apa? apakah berhubungan dengan banyak orang lebih menarik daripada dibelakang meja menghitung?
      Jika iya, maka jurusan business english lebih patut dipertahankan daripada akuntansi.
      Coba pikirkan baik-baik dan ambil keputusan.
      Akuntansi adalah pekerjaan menghitung dibelakang meja dan kamu akan menghadapi rutinitas yang menjemukan jika kamu lebih suka bersosialisasi.

  12. Saya di smk jurusan elektro tetapi ketika saya lulus nanti saya tertarik khursus di perhotelan … Minta sarannya ?

    • Saya masih belum dapat gambaran secara spesifik mengenai tujuan Anda.
      Mungkin pertanyaan berikut bisa menambah masukan untuk dipertimbangkan.

      Apakah ada profesi khusus di bidang perhotelan yang ingin diincar? Nantinya ingin bekerja sebagai apa?
      Apakah sudah dipertimbangkan lebih baik ambil kursus atau kuliah perhotelan?
      Apakah ada keahlian lain selain bidang perhotelan yang ingin dikuasai?

  13. Saya lulusan SMK jurusan Teknik Komputer dan Jaringan baru lulus tahun ini, sy sangat bingung stelah lulus ingin kerja atau kuliah dan setelah baca artikel ini sy jd tambah bingung antara 3 pilihan : kerja, kuliah, atau kursus. karna jujur sya semasa smk seperti salah masuk jurusan dan sya jga setelah lulus hnya ada ilmu sedikit sja ttg Teknik Komp. jaringan, sya jga sangat bingung apa keahlian saya, saya slalu berfikir , dlm hati “apa keahlian saya?” sehingga mw kerja pun sya bisa apa? kuliah pun sya mau jurusan apa? sampai kursus pun saya ingin kursus apa? saya sperti orang yg sangat bingung skali menjalani kehidupan, bahkan di era skrg smua hrus ada uang untuk menjalani itu smua, bhkan mau usaha pun hrus ada uang untuk modal awal. saya seprti org yg tdk bsa apa”. bolehkah saya mnta saran dan solusi apa yg hrus sya lakukan saat ini 😔😢 terimakasih…

    • Pak Dicky,
      Jika tujuan Anda adalah ingin mencari pekerjaan, maka Anda harus melihat juga apa yang diinginkan pasar, dalam hal ini adalah perusahaan pencari kerja.
      Coba Anda buka Jobstreet disana terlihat bawah lulusan D3 dan S1 mempunyai peluang yang lebih besar untuk memperoleh pekerjaan karena minimum syarat yang diperlukan tercapai.
      Tapi jangan khawatir, selama Anda punya keinginan yang kuat dan skill yang baik dalam bidang Teknik Komputer dan Jaringan, Anda bisa meyakinkan pembaca CV Anda bahwa Anda punya skill yang mumpuni untuk pekerjaan tersebut walaupun ijazah Anda hanya SMU atau tambahan dari kursus.

      Menurut saya, Anda harus explore lebih banyak mengenai dunia pekerjaan atau bidang yang Anda jalani saat ini apakah memang sesuai dengan tujuan masa depan Anda. Coba bertanya dan mencari tahu dari orang lain atau dari internet mengenai pekerjaan tersebut apakah sesuai. Mantapkan hati untuk meneruskan atau banting setir profesi sebelum terlambat. Untuk jaringan teknik komputer, jika Anda bisa menguasai hal yang dibutuhkan seperti CISCO, Mikrotik, Server, Active Directory dsb sehingga ada daya jual yang lebih daripada kandidat lainnya.

  14. assalamualaikum mau tanya saya lulusan smk perhotelan tahun 2016. dulu saya masuk jurusan perhotelan bukan minat atau keinginan saya sendiri. dan waktu sekolah tau cara kerjanya saya tidak suka karena ada shiftnya lah lebaran gak bisa libur lah dan kurang suka juga kerja lebih menggunakan fisik. dan sampe sekarang saya blm tau bakat saya dimana. minta sarannya dong kuliah/kursus apa yg kerjanya tidak menggunakan shift

    • Pak Jammal,
      Anda baru saja mendeskripsikan risiko sebuah pekerjaan.
      Setiap pekerjaan mempunyai risiko dan besarnya toleransi Anda terhadap risiko tersebut itulah salah satu faktor yang membuat Anda betah bekerja.
      Untuk salah ambil keputusan, semua orang mengalaminya juga, banyak yang tidak tau mau kerja apa, bakat dan keinginan mau bekerja sebagai apa.
      Hal yang Anda alami sangat wajar, tapi tentunya harus terus digali minat Anda sampai Anda merasa ini pekerjaan yang pas untuk saya.

      Tentang jenis pekerjaan yang tidak menggunakan shift sangat banyak, ini seperti kerja kantoran saja.
      Seperti akuntan, finance, manajemen, designer, programmer dan sebagainya coba Anda eksplore lebih banyak dan wajib tahu minat apa yang lebih besar daripada yang lainnya sebelum mengambil kuliah/kursus.

    • Pak Sairul, jawabannya adalah bisa, tergantung perusahaan yang Anda lamar untuk bekerja.
      Namun perlu di ketahui di dunia kerja perkantoran terutama perusahaan besar masalah utama yang sering ditemui bagi pelamar kerja adalah permintaan pihak penerima pekerja yang mewajibkan para pekerjanya minimal mempunyai tingkat pendidikan tertentu misalnya SMK, D1/2/3, dan S1.
      Mempunyai gelar yang tinggi tidak menjamin Anda mudah diterima kerja dibanding mereka yang punya gelar lebih rendah dari Anda.

  15. Hello,
    Saya lulusan SMK jurusan akuntansi tahun 2017 ini, tapi saya lebih suka dan lebih minat ke bahasa inggris dari pada akuntansi. Rencananya kalau saya kuliah saya ingin mengambil prodi sastra inggris. Tapi setelah saya baca tulisan ini saya jadi ragu apakah saya harus kuliah atau harus kursus saja? Kebetulan orang tua saya tidak setuju kalau saya ambil prodi sastra inggris, mereka lebih setuju saya menlanjutkan ke bidang akuntansi. Boleh saya meminta saran? Thanks

    • Hai, menurut pandangan saya akuntansi adalah bidang yang luas namun akan sangat bermanfaat dalam karir Anda, apalagi jika Anda sudah mendapatkan pengakuan profesi akuntan seperti memperoleh gelar profesi Ak, CPA, CFA, kursus pajak Brevet dll. Namun untuk mencapai hal-hal tersebut tidaklah mudah, diperlukan niat belajar yang tinggi dan tentunya motivasi. Hal ini akan sulit dicapai jika Anda tidak menyukai pelajaran-pelajaran akuntansi, terlebih saat Anda tidak menyukai bekerja melakukan sesuatu yang monoton setiap hari dan mungkin juga minim interaksi dengan orang lain. Tapi profesi akuntan secara finansial masih sangat menjanjikan.

      Sedangkan untuk bahasa inggris. Menurut pandangan saya, ini adalah bidang yang sangat umum, dimana semua orang zaman sekarang wajib bisa bahasa inggris. Jika minat Anda ke bahasa inggris, apakah ada hal lain yang menjadi nilai lebih Anda ketimbang orang lain yang belajar bahasa inggris melalui kursus, selain berhasil mendapatkan nilai TOEFL / GMAT / IELTS tinggi? Kemudian pertanyaan selanjutnya Anda mau bekerja sebagai apa kelak? Penerjemah? Guru bahasa inggris? Membuka les Bahasa inggris? Pemandu wisatawan asing? Jika Anda belum tau keinginan Anda dalam bekerja setelah lulus dalam kuliah bahasa inggris, berarti ini akan meningkatkan risiko terhadap pilihan karir masa depan Anda.

      Coba direnungkan kembali, mengapa Anda pilih SMK jurusan akuntansi saat ini? Apakah Anda mempunyai nilai yang baik dibidang ini? Apakah benar minat Anda di bahasa inggris lebih besar daripada minat di akuntansi, ataukah Anda hanya merasa bosan sesaat dengan bidang akuntansi? Pikirkan tentang pekerjaan kelak yang akan digeluti selama bertahun-tahun dalam kedua bidang itu, apakah akan menyenangkan? Bagaimana dengan penghasilan, apakah akan terus bekerja jika sudah menikah? Apakah tinggi rendahnya penghasilan kelak adalah sesuatu yang sangat diperhitungkan? Juga tentang perubahan dimasa depan, apakah kedua bidang tersebut masih menjanjikan dimasa depan? Bagaimana jika profesi akuntan mulai berkurang karena digantikan teknologi? Bagaimana jika bahasa inggris menjadi sangat umum dan masyarakat mulai menetapkan standart mempelajari bahasa wajib lain seperti mandarin?

      Demikian saran dan pertimbangan saya, yang tentunya hanya Anda yang bisa menilai dan menjawab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s