Gen-Y Lebih Memilih “Gadget” Ketimbang Mobil

Perilaku Gen-Y yang lebih mementingkan teknologi ketimbang mobil.

Washington, KompasOtomotif – Presiden Direktur Toyota, Akio Toyoda tahun lalu mengungkapkan rasa khawatirnya karena keinginan anak muda memiliki mobil di Jepang terus menurun. Situasi serupa, juga dilakukan oleh  Generasi Y di Amerika Serikat (AS) yang lahir di era 1980-1990-an, saat teknologi (komputer, ponsel dan gadget elektronik lain) berkembang pesat. Perilaku mereka sangat tergantung pada perangkat teknologi tersebut dan informasi yang diperoleh secara digital.

Tony Dudzik, analis senior dari Frontier Group di Kalifornia mengatakan, perilaku tersebut terus dianut oleh anak muda sekarang yang berfikir, menyetir mobil adalah aktivitas yang kurang penting.

“Pada generasi kami, punya SIM atau mobil pertama, menjadi indikasi seseorang sudah dewasa. Generasi muda sekarang, justru berfikir bagaimana mendapatkan ponsel pertama,” komentar Tony yang dikutip Autonews (2/7/2012).

Berdasarkan hasil penelitan Tony, penurunan minat mengemudi mulai terjadi pada abad ke-21 dan menularkan kepada generasi berikutnya. Sementara itu, data dari National Household Travel Survey, dari 2001 sampai 2009,  rata-rata jarak perjalanan yang dilakukan warga berusia 16-34 tahun turun mencolok, dari 10.300 mil (16.500 km) menjadi 7.900 mil (12.650km). Generasi Y lebih memilih mengendarai sepeda, menggunakan transportasi umum dan mengandalkan media virtual.

Selain itu, data lain dari Federal Highway Administration menyatakan, lebih dari seperempat Generasi Y (26 persen) malas membuat SIM pada 2010, naik 5 persen dibandingkan sepuluh tahun sebelumnya (2000).

Tidak mau ribet

Hasil penelitian Universitas Michigan pada 2008, juga menunjukkan data-data tren perilaku Generasi Y tersebut di AS. Ternyata, generasi paling banyak mengendarai mobil sendiri adalah orang yang sudah berusia 70 tahun ke atas, 10 persen  lebih tinggi dari mereka yang berumur 40-50 tahun.

Juga disimpulkan, beberapa faktor yang menurunkan minat mengemudi pada generasi muda karena mereka  tidak mau “ribet”, enggan mengeluarkan biaya besar untuk memiliki mobil, beli bensin dan merawat mobil. Generasi ini lebih memilih menggunakan piranti komunikasi.

Hasil di atas, mirip dengan kesimpulan Tony Dudzik yang mengatakan, aplikasi pada komputer dan ponsel pintar membuat akses pada transportasi publik makin mudah, termasuk jadwal keberangkatan dan ketibaan bus atau kereta  serta aplikasi peta yang mempermudah mencapai tempat tujuan.

Perilaku Gen-Y dipastikan akan mengubah biayainfrastruktur transportasi yang disiapkan pemerintah. Bersepeda atau menumpang mobil, dianggap oleh Gen-Y lebih irit ketimbang membeli mobil.

David Jabobs dari perusahaan pemasaran Tombras Group di Knoxville mengatakan, lingkungan juga berperan dalam keputusan Gen-Y. “Memang ini bukan alasan utama, tapi sebagai pendukung utama,” tegas Jacobs.

Gen-Y dibebani biaya hidup yang lebih tinggi dari generasi sebelumnya. “Mereka harus memikirkan asuransi kesehatan yang makin mahal dan berbagai hal lain,” lanjut Jacobs.

Kendati demikian, kecenderungan tersebut bukan berarti menutup kesempatan bisnis otomotif di AS. Untuk bisa menjual mobil ke Generasi Y, produsen mobil harus memahami mereka.

“Caranya, menyamakan posisi dengan mereka, menunjukkan ke mereka kalau perusahaan Anda itu bernilai tinggi, punya reputasi baik, kualitas produk yang baik dan sangat peduli terhasdap  lingkungan dan ekonomis,” beber Jacobs.

Source: http://otomotif.kompas.com/read/2012/07/03/2926/GenY.Lebih.Memilih.Gadget.Ketimbang.Mobil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s