Kesadaran Sangat Penting Dalam Menguasai Keahlian

Dalam rangka memperoleh keahlian (skill) baru, baik itu hard-skill maupun soft-skill, hal utama yang harus dilakukan adalah membentuk habit atau kebiasaan. Membentuk habit itu sendiri tidak mudah, karena dibutuhkan kedisiplinan, konsistensi dan juga motivasi yang tinggi. Beruntung saya diajarkan oleh orang tua saya mengenai kedisiplinan yang tinggi dari sejak kecil, mulai dari bangun pagi, mengerjakan tugas sekolah, tidur tepat waktu dan sebagainya, sehingga saya merasa lebih mudah ketika membentuk habit yang baru. Mengenai konsistensi, ini adalah efek dari kedisiplinan dimana saya merasa ada yang kurang jika hari ini saya tidak melakukan habit untuk mengembangkan keahlian yang diinginkan. Sedangkan motivasi, lebih ke arah mengelola semangat, sehingga semangat mula-mula tidak padam dimakan waktu, melainkan terus antusias apapun yang terjadi, baik itu mendapatkan dukungan dari orang lain ataupun tidak.

Dari ketiga hal penting diatas, ada satu lagi yang terpenting menurut saya, yaitu adalah kesadaran. Sadar disini adalah saya benar-benar sadar mengapa saya ingin menguasai keahlian tertentu dan untuk apa. Orang yang hanya sekedar ikut-ikutan orang lain, tanpa kesadaran dalam melakukan sesuatu sudah pasti akan semangat hanya awalnya saja dan kemudian setelah beberapa waktu akan merasa seperti tanpa arah dan akhirnya meninggalkan habit yang ingin dibentuknya, sebagai ganjaran keahlian pun tidak jadi dikuasai dengan baik. Kesadaran memungkinkan seseorang bertindak lebih logis karena itu menandakan motivasinya berasal dari dalam, bukan dari luar. Ketika motivasi berasal dari dalam, sifatnya akan lebih jangka panjang.

Saat ini saya sedang belajar mengembangkan keahlian menggambar (hard skill) menggunakan pensil yang nantinya akan dikembangkan ke arah menggambar digital. Hal yang saya lakukan sebagai langkah awal adalah membentuk habit selama 60 hari. Saya memulainya sejak 01 oktober 2012 dari mulai belajar membuat garis, hingga mengarsir  dengan komitmen menggambar minimal 2 jam tiap hari.  Dibawah ini adalah beberapa contoh gambar pensil saya* (*untuk karya lainnya dapat dilihat di lefrandi.deviantart.com):

proses_gambar

Dari gambar diatas, pasti sudah mulai terlihat perbedaannya, lumayan bukan? itulah proses…memang tidak sebentar dan harus tetap semangat. Nah ketika saya belajar menggambar, sebagian teman-teman saya bingung, ada beberapa yang kaget, tentu ada pula yang kagum, mereka pun bertanya-tanya untuk apa saya belajar menggambar padahal tidak ada kaitannya dengan latar belakang studi di kuliah dan juga pekerjaan saya dibidang IT? Perlu diketahui saya bukan kuliah di jurusan seni, saya dari manajemen dan ilmu komputer, tapi saya memang punya minat yang belum tersalurkan dibidang seni. Singkat kata, saya punya passion dan jiwa seni. Ketika saya ambil keputusan untuk menguasai ilmu seni menggambar, ini juga bukan hal yang mudah, karena saya harus mencari alasan yang kuat mengapa saya ingin mempelajarinya. Alasan-alasan tersebut adalah:

  • Ilmu menggambar menggunakan otak kanan karena melibatkan imajinasi. Selama ini saya di kuliah terlalu difokuskan ke otak kiri, jadi saya ingin menyeimbangkannya melalui belajar menggambar.
  • Ilmu menggambar bersifat jangka panjang, dan akan manjadi salah satu aktivitas di hari tua saya. Ketika keadaan fisik menurun, salah satu hal yang bisa dilakukan nantinya adalah berkreasi, menuangkan imajinasi dalam bentuk visualisasi gambar.
  • Saya bisa mengajari anak saya menggambar, tahu banyak hal dan bisa melakukan banyak hal jauh lebih baik kan?
  • Siapa tahu saya bisa buka sekolah menggambar dan berkembang menjadi bisnis?
  • Saya tidak hanya ingin bergantung pada satu jenis keahlian saja. Mempunyai banyak keahlian dan tahu mengembangkannya diluar kerjaan rutin jauh lebih baik kan ketimbang hanya bekerja rutinitas saja?
  • Dan alasan-alasan lainnya, sepertinya masih sangat banyak kalau diminta untuk menuliskan lagi

Pada intinya penjabaran alasan-alasan saya diatas adalah untuk menciptakan kesadaran, mengapa saya ingin mengembangkan keahlian tersebut. Karena jika saya tidak sadar terlebih dahulu, maka cepat atau lambat akan merasa bosan dan kemudian kehilangan motivasi dan antusiasme. Saya pernah melihat ada seseorang yang ingin menguasai keahlian menggambar tapi dengan motivasi yang kurang benar, yaitu ingin dipuji orang. Motivasi seperti ini tidak baik, karena bila orang tidak memujinya, maka akan kecewa. Jadi kesadaran sebaiknya diikuti motivasi yang benar juga.

Oh iya, sekedar sharing, ada hal-hal yang akan “mengganggu” perjalanan Anda dalam rangka mengasah keahlian tersebut dalam kaitannya juga dengan membentuk habit. kalau dari sisi saya, hal-hal tersebut adalah:

  • Lingkungan yang kurang mendukung pembelajaran, misalnya suasana berisik
  • Mood yang berkurang atau rasa malas
  • Kritikan yang bersifat melemahkan
  • Kecapekan atau kurang tidur
  • Banyak acara seperti ajakan jalan-jalan sehingga memakan waktu yang seharusnya digunakan untuk mengasah keahlian tersebut
  • Kehilangan fokus atau makna yang menyebabkan kebimbangan

Masing-masing masalah diatas mempunyai gaya penyelesaian solusi yang beragam, tapi yang bisa dilakukan secara umum adalah mengingat kembali alasan Anda ingin menguasai keahlian tersebut dan cari tahu konsekuensinya jika Anda mulai tidak serius, maka akan semakin lama menguasainya. Jika kita bisa mengatasinya, maka seiring dengan berjalannya waktu niscaya akan membuahkan hasil yang baik.

Selamat membentuk habit dan menguasai skill baru!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s