All About Visual Library

Visual Library_mainVisual Library atau ada yang menyebutnya sebagai Visual Database / Visual Dictionary / Visual Resource / Visual Knowledge merupakan salah satu komponen yang membedakan keahlian antara seorang illustrator atau designer yang satu dengan yang lain. Visual Library adalah istilah dalam dunia seni dan bukanlah berbentuk perpustakaan fisik yang berisi buku-buku, melainkan berapa banyaknya pengetahuan tentang gambaran visual realitas suatu objek, dimana adanya di dalam otak sang seniman. Mengapa Visual Library sangat penting bagi seniman? karena Visual Library adalah pembentuk kreativitas dalam berkarya.

Berikut ini adalah perumpamaan tentang perbedaan dalam pengembangan visual library.

Anak (A), pada umur 2 tahun diajari menggambar oleh orang tuanya dan ia sangat menyukainya. Dia terus melanjutkan gambar apa saja tanpa dilarang oleh orang tuanya hingga dia dewasa dan mengambil kuliah dijurusan seni dan desain hingga bekerja pun didunia desain.

Anak (B), pada umur 2 tahun diajari menggambar oleh orang tuanya dan ia sangat menyukainya. Sayangnya, ketika ia semakin besar, dia diharuskan orang tuanya untuk fokus belajar pelajaran sekolah sehingga akhirnya terpaksa menghentikan minatnya terhadap dunia gambar. Baru setelah lulus kuliah dan bekerja ketika berusia 25 tahun, minat gambar itu muncul lagi dan ingin mengembangkannya lagi dengan mengikuti pelatihan dan kerja keras.

Visual Library_compare

Pertanyaannya adalah:

  1. Secara pengembangan visual library, mana yang lebih baik (A) atau (B) ?
  2. Secara kemampuan, anak mana yang lebih baik A) atau (B)?
  3. Dapatkah (B) mengejar ketertinggalannya dari (A)?

Jawabannya adalah:

  1. Hal ini tidak dapat dipungkiri bahwa visual library (A) jauh lebih banyak daripada (B), karena (A) melatihnya selama waktu tersebut melalui melihat gambar orang lain, dan juga ketika ia menggambar. Ketika diumur 15-18 tahun, pasti si (A) sudah mampu menghasilkan karya seni dengan gayanya sendiri, yang disebut sebagai menggambar dengan imajinasi.
  2. Mengenai kemampuan, sudah pasti bahwa (A) akan jauh lebih baik daripada (B) karena (A) sudah terbiasa menggambar. Apabila Anda tes keduanya ketika memasuki kursus menggambar dan Anda meminta mereka membuat gambar semut, dapat dijamin bahwa (A) akan menggambar semut dengan lebih baik, baik berdasarkan bentuk, perspektif, warna, maupun cahayanya. Sedangkan (B), tetap bisa menggambar, tetapi persepsi tentang gambar semut masih seperti ketika ia berumur belasan karena tidak dikembangkan. Disinilah akan terlihat perbedaan antara perkembangan visual library  (A) dan (B).
  3. Ini adalah pertanyaan yang menarik. Saya tidak menjawab pertanyaan ini secara hitam dan putih. Tetapi, (B) mungkin saja mengejar ketertinggalannya dari (A), dengan kata lain menyusul. Tidak ada yang tidak mungkin, jika Anda berusaha keras, bukan? Mengapa demikian? baiklah saya akan bahas, biasanya ketika seorang anak menggambar antara usia 12- 18, yang digambar adalah seperti kartun dan belum sangat tertarik menggambar sesuatu yang serius, misalnya menggambar realistik. Ketika memasuki kuliah, akan diperkaya lagi ilmu menggambarnya dengan teori dan sudut pandang seni serta desain. Di tahap inilah pengetahuan (A) akan berkembang lebih jauh lagi. Ini berarti, (A) mulai serius menggambar ketika kuliah di usia sekitar 18-22 tahun dan kemudian mengasahnya lagi di dunia kerja. Lantas bagaimana dengan (B)? (B) bisa mengejar dengan menggambar secara serius, tujuannya untuk meningkatkan persepsi visualnya, belajar tentang teknik-teknik menggambar dan memperbanyak “jam aksi” serta lebih banyak mengamati dari kehidupan nyata. Tapi bagi B tidak mudah dan butuh kedisiplinan yang sangat tinggi, komitmen dan waktu. Karena seni juga adalah tentang waktu untuk mengembangkan visual library.

Bagaimana mengembangkan visual library?

Visual Library sangat penting ketika Anda akan merancang konsep gambar, karena hanya mengandalkan teknik-teknik dasar dalam menggambar saja tidak cukup untuk menghasilkan karya yang diinginkan. Menurut Feng zhu dari FZD School of Design, Untuk mengembangkan visual library yang kuat, Anda dapat melakukan:

  1. Membaca buku, khususnya sebagian besar buku-buku cerita petualangan, karena ketika Anda membaca buku-buku tersebut, akan memaksa otak Anda untuk berimajinasi secara visual.
  2. Mengamati alam, semuanya yang berhubungan dengan alam. Ketika Anda mengamati alam lingkungan sekitar, Anda akan melihat rancangan yang sekarang dan fungsinya secara lebih detil. Misalnya bentuk pohon, binatang , bangunan, orang dan sebagainya.
  3. Melakukan perjalanan. Karena Anda akan memperoleh visual library yang baru, berupa pengalaman dan Anda bisa merasakannya.
  4. Mengunjungi museum. Di museum, Anda dapat lebih memahami sesuatu, belajar tentang skala juga bisa dilakukan disini, dan museum bisa memperlihatkan tentang keadaan zaman dahulu.
  5. Belajar dari video game & film atau teknologi. Ini sisi positif dari video game & film, dapat memperlihatkan desain saat ini dan juga tren dari industri.

Sebaliknya, sebaiknya Anda tidak melakukan hal-hal ini dalam upaya meningkatkan visual library Anda.

  1. Bermain video games. Karena buat yang sedang belajar menggambar atau desain akan sangat menghabiskan waktu. Bermainlah kembali ketika Anda sudah mahir!
  2. Menggambar Fan Art. Fan Art adalah karakter-karakter tokoh imajinasi yang dibuat oleh orang lain misalnya karakter anime, komik dan game. Akan jauh lebih baik bila Anda menggambar benda dari sesuatu yang nyata daripada menyalin atau membuat ulang karya fan art tersebut. Dalam sekolah seni dan desain, juga tidak ada pelajaran menggambar Fan Art!
  3. Menonton TV. Hindari menonton TV, karena itu buang-buang waktu.

Demikianlah artikel dalam blog saya kali ini. Semoga berguna buat Anda semuanya!🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s