Dropshipper dan Reseller

Karena saya tidak bergerak di bidang penjualan dan pemasaran, maka sebelumnya saya tidak begitu tahu dengan istilah reseller apalagi dropshipper. Namun keingintahuan saya tentang model penjualan ini bertambah ketika mengetahui pasangan saya bisa menjual barang ke customer tanpa punya stok barang dan hanya dilakukan via BBM.

Kok bisa? Bagaimana dia menjualnya? Kan gak punya stok barang… berapa untungnya? kan yang punya barang itu distributor…

Singkat cerita…saya coba cari tahu apa sih yang dilakukannya dan apakah teman-teman yang lain melakukan hal yang sama? Ternyata ketemulah istilah dropshipper yang serupa dengan penjabaran diatas. Selidik punya selidik, singkatnya penjualan model dropshipper adalah sebagai berikut:

Dropshipper mengetahui harga suatu barang dari agen/distributor, kemudian menawarkan produk yang akan dijual kepada customer. Jika ada order dari customer, maka dropshipper akan meminta customer mentransfer uang ke rekening dropshipper terlebih dahulu. Sedangkan untuk barangnya langsung dipesan dari agen/distributor untuk kemudian dikirimkan ke alamat customer yang dituju. Jadi, dropshipper mengambil untung diatas harga agen/distributor, atau bisa juga harganya dikasih diskon dari agen/distributor karena bertindak sebagai dropshipper.

Berbeda dengan reseller. Kalau reseller itu, diwajibkan untuk membeli barang dari agen/distributor untuk stok dalam jumlah banyak, baru setelah itu dijual kembali kepada customer.

Biasanya reseller bisa mendapatkan untung yang lebih besar daripada dropshipper, tetapi tentu risiko reseller lebih tinggi karena stok barang yang ada bisa tidak laku dijual. Sedangkan dropshipper risikonya sangat kecil karena tidak perlu mempunyai stok barang. Selalu ingat prinsip berikut :

High Risk – high Return,

Low Risk – Low Return.

Semoga pengertian dropshipper dan reseller ini menjadi lebih jelas.

Advertisements

Manfaatkan SmartPhone-mu Untuk Akses Internet di PC

Smartphone-PCA: Bro, biasa kalo akses Internet pakai apa?

B: Gue mah pake SmartPhone, tinggal langganan potong pulsa aja terus bisa browsing  deh

A: Ah yang bener lo? Semudah itukah?

B: Iyalah, zaman sekarang ngapain ribet-ribet!

A: Tapi biasa gue langganan di rumah, tapi gue pikir sayang juga karena gue kan jarang dirumah, kerja sampe malem, paling sabtu-minggu baru dirumah

B: Ya kalo gitu pake SmartPhone aja, loe kan mobile gak sering dirumah

A: Tapi gue biasa akses Internet pake PC, lebih gede liatnya, lebih enak.

B: Bisa juga kok lo sambungin ke PC, tar gue kasih tau caranya.

Sekarang emang zamannya mobile, orang-orang kebanyakan akses Internet dari laptop, tablet atau SmartPhone. Bagi kamu yang mau akses Internet di PC (Komputer di Rumah) menggunakan SmartPhone, bisa juga lho memanfaatkan layanan data yang kamu sudah langganan di SmartPhone.

Gimana caranya?

Caranya:

  1. Pastikan SmartPhone kamu mendukung Personal Hotspot, baik menggunakan WiFi, Bluetooth atau Data Cable. Untuk mengeceknya, biasanya ada di menu aplikasi SmartPhone Anda. (Kalau saya pakai Lenovo A800, dengan kabel data yang dikoneksikan ke Komputer rumah dan OS Android Ice Cream Sandwich).
  2. Pastikan sudah langganan paket Internet di SmartPhone. (Kalo nggak, mau sampe kapan juga gak bisa koneksi ke Internet hehe).
  3. Koneksikan kabel data Anda dari SmartPhone ke PC, kalau jika ingin pakai WiFi atau Bluetooth, PC dirumah harus ada penerima sinyal WiFi dan Bluetooth (seperti yang biasanya sudah dimiliki laptop)
  4. Aktifkan personal hotspot di SmartPhone Anda, dan siap browsing!

Kok bisa ya?

Bisa karena pada prinsipnya adalah paket data dikirimkan dari SmartPhone ke PC untuk akses Internet. Jadi SmartPhone Anda yang sudah langganan Internet itu bekerja sebagai MODEM untuk mengirimkan paket data dari si penyedia layanan Internet.

Namun Anda sepertinya harus hati-hati untuk bandwidth yang digunakan. Karena setau saya website versi PC dan Mobile bisa berbeda dari segi besaran filenya. Misalnya website di PC menampilkan gambar sangat bagus sehingga bisa menguras isi paket data. Sedangkan untuk kapasitas data, biasanya dibatasi 500MB, 1GB, 2GB dsb.

Ok segitu dulu, kalo masih bingung boleh tanya, mumpung belum ditarik bayaran 😀

Warna Piring Pengaruhi Porsi Makanan

bscontent_platecolorKetika diberi piring ukuran besar, orang cenderung untuk menaruh makanan lebih banyak. Ini berakibat jumlah makanan yang dimakan lebih banyak pula. Piring besar ternyata menjadi salah satu sebab ukuran pinggang jadi lebar!

Penelitian mengenai ukuran piring dan pengaruhnya dengan berat badan sudah dilakukan. Karenanya ahli diet selalu menyarankan untuk makan dengan ukuran piring yang kecil. Bagaimana jika warna piring yang digunakan berwarna-warni? Ternyata kita dapat menyiasati porsi makanan dengan mengganti warna piring yang dipakai untuk makan.

Penelitian yang dilakukan oleh Brian Wansink, seorang pakar perilaku makan, menggunakan responden sebanyak 60 orang dewasa. Sebanyak 30 orang dari responden yang menghadiri makan siang ditugaskan untuk memilih menu pasta yang diberi saus berwarna putih. Sedangkan responden yang lainnya ditugaskan untuk memilih menu dengan saus pasta berwarna merah.

Responden secara acak diberikan piring berwarna merah dan putih. Mereka yang menggunakan piring yang sama dengan warna makanan akan membuat mereka mengambil makanan lebih sedikit. Sedangkan mereka yang mengambil makanan dengan warna berbeda dengan piringnya akan mengambil makanan lebih banyak.

Temuan tersebut telah tercatat dalam Journal of Consumer Research. (Koert van Ittersum and Brian Wansink, “Plate Size and Color Suggestibility: The Delboeuf Illusion’s Bias on Serving and Eating Behavior”). Mereka memberi catatan, jika membeli piring bukan hanya ukuran yang penting tetapi juga pemilihan warna piring.

Source: http://food.detik.com/read/2012/01/24/164315/1823660/900/warna-piring-pengaruhi-porsi-makanan

Anak Terlambat Menikah Salah Satu Bentuk Kegagalan Orang Tua?

marriageGeram dengan judul yang diatas? Take it easy! Jangan tersinggung dulu! Saya memang sengaja membuat judul yang kontroversial kali ini, anggap saja saya sedang belajar menulis :). Tapi coba renungkan, jika kita kembali ke masa lalu di era sebelum Indonesia mengalami krisis besar di tahun 1998, pasti kita menyadari bahwa kehidupan setidaknya lebih makmur daripada saat ini. Tidak usah jauh-jauh menilainya dari ruang lingkup politik ataupun teori-teori ekonomi yang “njelimet”, coba tanyakan keadaan muda-mudi yang tergolong intelek khususnya mahasiswa pada saat itu, mereka berani menikah muda sementara sang istri tidak bekerja. Tapi apakah keadaan makmur seperti itu bertahan selamanya? Tentu tidak!

Banyak orang tua yang dahulu pada zamannya bisa hidup enak akhirnya tergilas dengan berkembangnya zaman karena kesalahannya sendiri. Apa kesalahannya? Bukan…bukan… bukan karena mereka tidak disekolahkan tinggi sampai kuliah, bukan pula karena mereka malas bekerja, tapi karena mereka tidak mau mengembangkan diri, tidak tahu tujuan hidupnya, dan tidak tahu bahwa keadaan akan cepat berubah. Hingga pada akhirnya ketika mereka pensiun pun masih tidak tahu harus berbuat apa lagi, seakan hidupnya hampa. Kasian memang, karena yang mereka hasilkan terkadang sia-sia, seperti hanya menukar waktu dengan uang untuk kesenangan sesaat dan banyak dari mereka juga yang tidak berhasil.

Bukan karena mereka tidak disekolahkan tinggi sampai kuliah, bukan pula karena mereka malas bekerja, tapi karena mereka tidak mau mengembangkan diri, tidak tahu tujuan hidupnya, dan tidak tahu bahwa keadaan akan cepat berubah.

Rasa kasian kita terhadap mereka akan semakin bertambah besar jika kita melihat umur mereka yang semakin menua, tanpa kemandirian finansial yang baik dan tanpa kehadiran cucu karena anak-anaknya terlambat menikah, bukan karena sang anak tidak ingin menikah tapi karena menunda untuk menikah sampai sesuatunya berjalan baik secara finansial. Saya tahu banyak dari Anda yang bilang, “rugi tidak menikah muda!”, “Menikah adalah anugrah!”, “Punya istri dan anak mendatangkan rezeki!” Semua itu benar, tapi coba kita lihat dari sisi pendapat yang lain. Beberapa teman saya bercerita bahwa mereka menunda menikah hanya karena mereka perlu bekerja lebih giat untuk menghasilkan uang, hanya untuk membantu keadaan orang tua mereka yang tidak mandiri secara finansial. Mereka tidak mau asal “berkembang biak” (baca: luka psikologis), tetapi ingin memberikan yang terbaik buat anak-anaknya kelak, dengan kata lain mereka berpikir rasional dan tidak ingin mengulangi kesalahan orang tuanya. Hargailah jalan pikiran mereka, karena mereka seringkali terpaksa bekerja untuk uang dan mengorbankan kesenangan pribadi hanya untuk melihat orang tuanya hidup lebih baik, padahal mereka ingin sekali melakukan hal lain sesuai panggilan lentera jiwanya.

Jika kemudian yang terjadi sang anak terlambat menikah karena jelas alasannya adalah karena orang tua yang tidak mampu mandiri secara finansial di hari tuanya, padahal si orang tua ingin sekali punya cucu, maka siapa yang salah? Jangan dijawab, pertanyaannya yang salah! Seharusnya pertanyaannya siapa yang gagal? yang gagal jelas adalah si orang tua. Kenapa begitu? Karena “bisa saja”, sekali lagi “bisa saja” karena mereka egois sering kawin-cerai-kawin lagi, malas tapi senang-senang jalan terus sewaktu muda, salah pilih pasangan hidup, tidak punya perencanaan dalam berumah tangga tapi produksi anak terus, tidak bisa mendidik anak dengan baik, tidak mau berubah jadi lebih maju lagi, tidak mau belajar tapi keras kepala, terlalu penakut mengambil peluang yang datang padanya, tidak mau berpikir untuk memperbaiki hidup, terlalu gengsi dan sombong, suka pamer dengan harta sesaat padahal boros, bermulut besar dalam arti hanya berkata tapi tidak bertindak, merasa diri sudah pintar padahal tidak pernah belajar…STOP! Jika ada yang merasa kata-kata tersebut memojokkan Anda! Dan mulailah refleksi diri, bukannya marah! Saya katakan TIDAK AKAN ADA di dunia nyata yang berani berkata frontal sekeras demikian kepada Anda sampai Anda telat menyadarinya sendiri bahwa kegagalan mungkin sudah didepan mata, jadi sebelum itu terjadi alangkah baiknya kita sadar dan sama-sama belajar untuk memperbaiki hidup, demi generasi-generasi unggulan berikutnya. Harus generasi unggulan, supaya Indonesia bisa terus maju dan kembali makmur!

If you’re born poor, it’s not your mistake. But if you die poor, it’s your mistake – Bill Gates

Anda punya pendapat positif? Silahkan dituangkan dalam comment 🙂

Disclaimer On: Mungkin apa yang saya utarakan disini tidak berlaku buat Anda, karena Anda hidup dilingkungan yang berbeda, Anda hidup dalam lingkungan mewah dan berkelimpahan, tapi cobalah melihat dari sisi yang lain, mungkin Anda akan bisa belajar memperoleh sesuatu.

Kreativitas Adalah Masa Depan

creativity2_3936297_lrg

Nampaknya kita semua harus mulai mengubah cara berpikir lama yang terlalu sistematis karena dalam perjalanan selama beberapa dasawarsa kedepan orang yang kreatiflah yang akan menuju puncak alias terjadinya right brain revolution. Hal ini terjadi karena kemajuan komputer yang sangat pesat mengubah pola manusia dalam upayanya bertahan hidup. Apa yang dimaksud disini bukanlah tentang mesin canggih apa yang dapat dihasilkan oleh komputer, tetapi adalah tentang pertarungan masa depan antara orang-orang yang unggul dalam segi kreativitas dan intuisi dalam menyelesaikan masalah yang tidak dapat dilakukan oleh komputer.

Selama bertahun-tahun pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan kemampuan logika seperti pembuat program komputer, teknik dan lain sebagainya sangat diapresiasi tinggi dalam masyarakat dibandingkan dengan pekerjaan yang menyangkut kreativitas. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, komputer secara pasti akan mulai mengambil alih sedikit demi sedikit kemampuan berpikir sistematis dengan cara menciptakan kemudahan serta otomatisasi sehingga dampaknya akan mulai terasa ketika keahlian sistematis mulai bergeser. Sebaliknya, orang-orang yang mengandalkan kreativitas akan mencapai puncaknya kelak, mereka adalah orang-orang yang mampu berpikir dengan melihat gambaran besar, seniman, penemu, desainer dan lain sebagainya dimana kreatifitas adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan di masa depan.

Poling yang dilakukan oleh IBM terhadap 1500 CEO dari 60 negara dan 33 industri mengidentifikasikan bahwa kreativitas adalah kompetensi kepemimpinan nomor satu di masa depan, melebihi ketelitian, disiplin, integritas dan bahkan visi. Jadi di masa depan akan ada perubahan besar yang terlihat dalam masyarakat dimana akan ada penghargaan yang sangat besar terhadap kreativitas.

Apa yang sebaiknya dilakukan?

  1. Menghargai kreativitas dalam dunia pendidikan dan belajar berpikir diluar sistem, hal ini bisa dilakukan dengan membiasakan untuk mencari solusi daripada hanya berfokus pada masalah yang ada.
  2. Daripada memulai resolusi untuk belajar bahasa pemograman, lebih baik memulai resolusi untuk belajar bagaimana cara menggambar. Setelah beberapa waktu lamanya Anda belajar menggambar, maka Anda akan dapat mulai mengamati dunia secara berbeda dari sisi detil, cahaya, bayangan, bentuk, proporsi, perspektif dan area negatif yang akan sangat berguna dalam jangka panjang.
  3. Daripada mendorong anak Anda masuk ke jurusan teknik, lebih baik mendorongnya belajar filosofi untuk mengasah kreatifitas berpikir sehingga diharapkan mampu menghasilkan hasil yang tak terduga dalam berkompetisi.

Source: disunting dari artikel yang ditulis oleh Auren Hoffman – The Rise of The Artist

Bagaimana memulai bisnis?

startup businessMulai saja! Itulah kata para ahli yang telah sukses dengan bisnisnya. Saya setuju bisnis harus dimulai karena tanpa langkah pertama, maka tidak ada langkah berikutnya. Hal yang menjadi pertanyaan berikutnya dimulai dari apa dan bagaimana? Ternyata banyak orang yang tidak tahu bagaimana langkah pertama yang harus mereka mulai, saya menyadari bahwa tidak semua orang mempunyai pengetahuan, kemampuan dan juga mental yang siap, selain itu karena kecenderungan dari didikan masa lalu yang tidak mengedepankan semangat berwirausaha dari sejak dini. Tapi berwirausaha sangat penting dalam jangka panjang. Oleh karena itu harus terus diperjuangkan sampai kita berhasil meraihnya.

Salah satu cara untuk mengetahui bisnis apa yang cocok untuk kita geluti adalah dengan mengetahui kemampuan dan minat. Kemampuan adalah sesuatu yang dapat Anda lakukan dengan baik, sedangkan minat adalah sesuatu yang Anda sukai. Ketika kita ingin memulai bisnis, sebaiknya bisnis yang dipilih adalah yang menggunakan kemampuan yang kita miliki dan sesuatu yang kita sukai. Karena jika Anda mempunyai kemampuan tapi Anda tidak menyukai hal yang Anda lakukan, maka akan akan cepat bosan dan ingin melakukan hal lainnya yang lebih menarik. Sebaliknya, jika Anda melakukan hal yang Anda sukai tapi Anda tidak punya kemampuan yang baik dalam hal tersebut kecenderungannya akan tidak bertahan lama.

Untuk berbisnis berdasarkan kemampuan dan minat, Anda harus mulai menelusuri diri Anda. Setelah itu, barulah Anda bisa memikirkan untuk “menjual” sesuatu. Ya menjual, karena bisnis mau tidak mau, suka tidak suka harus menjual sesuatu baik itu ide, informasi, jasa, ataupun produk.

Berikut ini adalah contoh lembar kerja yang dapat digunakan, untuk menggali potensi yang ada.

  Kemampuan saya Minat saya Maka, alternatif bisnis yang dapat dijalankan
1 Pernah mengikuti kursus fotografi Senang memfoto makanan Menjual jasa spesialis foto produk untuk restoran, home industry, dll
2 Menulis di blog dengan tata bahasa yang baik Menulis tentang motivasi dan bisnis Menerbitkan buku, jadi kontributor di media, membuka sekolah menulis, dll
3 Memelihara tanaman dengan penuh kasih sayang Tanaman hias yang unik Menjual bibit dan perlengkapannya, menyewakan tanaman hias yang sudah besar ke restoran, dll
4 Menggambar menggunakan komputer Menggambar ilustrasi karakter Menjual jasa pembuatan karakter untuk maskot, membuat buku cara menggambar karakter, dll
5 Sering memasak untuk keluarga dirumah Memasak masakan eropa Menjalankan katering, membuka tempat makan, membuat buku resep masakan, dll
6 Mengetahui tempat dan cara berwisata dengan biaya murah Berwisata bahari di Indonesia Menjual jasa panduan tour-leader, membuat buku panduan tentang traveling, dll

Mudah kan? Cara membuat daftar seperti diatas sangatlah membantu Anda, jadi lakukanlah sebelum memulai bisnis yang dipilih dengan mendefinisikan bisnis apa yang akan dijalankan sesuai kemampuan dan minat kita.

Semoga bagi yang tadinya bingung harus mulai dari mana dan bagaimana menentukan bisnis yang akan digeluti bisa mendapatkan manfaat dari bahasan ini.

Anak Lebih Cerdas Dengan Menggambar

boy-and-girl-coloring

Ketika anak mendekati usia 12 bulan, apakah yang menjadi perhatian utama para orangtua? Pastikan perkembangan motorik kasarnya, di mana anak menggunakan otot-otot besarnya untuk berdiri, berjalan, berlari, bahkan mungkin memanjat kursi atau sofa. Nah, ketika tubuh anak semakin lincah, stabil, dan kemampuan kognitif, emosional, dan sosialnya semakin berkembang, saat itulah Anda perlu mengamati perkembangan motorik halusnya.

Motorik halus merujuk pada perkembangan gerakan otot-otot kecil pada tangannya untuk saling berkoordinasi guna memungkinkan terjadinya fungsi-fungsi seperti memegang benda-benda kecil, menulis, atau memegang sendok untuk makan. Kemampuan ini sangat dibutuhkan dalam aktivitas mereka di sekolah nanti, dan dalam life skills secara umum. Bila motorik halusnya lemah, anak akan kesulitan makan sendiri, atau memakai pakaian sendiri.

Agar saraf motorik halus anak berkembang dengan baik, Anda dapat melatihnya melalui kegiatan dan rangsangan yang kontinu secara rutin sedari dini. Tubagus Amin Fa, psikolog dari Aminfainstitute, menyarankan untuk melatih motorik halus anak dengan menggambar. Amin mengatakan, kegiatan menulis dan menggambar atau mewarnai sebaiknya lebih sering diberikan kepada anak-anak sejak tingkat Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD).

“Aktivitas yang baik untuk melatih perkembangan motorik halus adalah menggambar dan menulis. Kalau ditanya, lebih sulit mana menulis atau menggambar, tentu semua orang akan menjawab: menggambar,” papar Amin, saat coaching clinic di KidZania, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Saat menggambar, anak harus menggunakan multiple intelligence yang melibatkan minimal empat kekuatannya: yaitu:

  1. Cerdas gerak (menggunakan tubuhnya untuk mengekspresikan ide-ide dan perasaannya),
  2. Cerdas gambar (kemampuan berpikir dalam gambar),
  3. Cerdas diri (pengetahuan mengenai diri dan kemampuan bertindak berdasarkan pengetahuan tersebut), dan cerdas bahasa (kemampuan menggunakan bahasa untuk menyampaikan apa yang dia maksudkan melalui gambar tersebut). dan
  4. Cerdas bahasa (kemampuan menggunakan bahasa untuk menyampaikan apa yang dia maksudkan melalui gambar tersebut).

Menggambar memberikan ruang kecerdasan, kreativitas, sehingga membuat anak lebih cerdas daripada ketika harus belajar menghitung atau menghafal. Kalau menghafal kan (apa yang dihafal) sudah ada, tinggal dibaca berulang-bulang. Kalau menggambar lalu diminta menceritakan apa yang digambarnya, dia akan ingat selamanya,” lanjutnya.

Menggambar menuntut koordinasi antara mata dan tangan, yaitu ketika anak memegang pensil warna untuk menggambar dan melihat hasilnya di atas kertas. Saat usianya masih sangat muda, anak akan belajar untuk menggambar dan menulis dimulai dengan menorehkan garis sederhana. Lama-kelamaan, kemampuan ini akan semakin berkembang, terlihat dari tarikan garis yang semakin kompleks dan membentuk gambar yang lebih jelas.

Selain dengan menggambar, saraf motorik halus juga bisa dilatih melalui kegiatan menyusun balok, memasukkan benda ke dalam lubang, membuat garis, melipat dan merobek kertas, atau mewarnai. Semua aktivitas ini dapat mengeksplorasi kreativitas anak-anak, merangsang motoriknya, dan fungsi kerja otak dalam belajar karena otak dan otot merupakan hal yang saling sinergis.

Source: Kompas

Perbedaan Adobe Photoshop, Illustrator dan Indesign

Photoshop, Illustrator, Indesign

Software kadang menjadi masalah tersendiri bagi peminat dunia seni digital untuk berekspresi lewat karya, apalagi masih banyak orang yang masih merasa kesulitan menggunakan komputer. Bagi para designer pemula yang ingin masuk ke digital ataupun yang sudah pernah menggunakan, mungkin Anda juga bingung menentukan software mana yang sebaiknya digunakan untuk melakukan pekerjaan yang berkaitanan dengan art & design. Oleh karena itu, tidak ada salahnya kali ini saya membahas tentang perbedaan adobe photoshop, illustrator dan indesign. Tentunya akan saya bahas dengan sesederhana mungkin supaya semuanya bisa mengerti. Yuk dibaca!

  Photoshop Illustrator InDesign

Fungsi utama

Memproses foto atau gambar berbasis pixel (raster) Membuat gambar berjenis vector Membuat buku dengan halaman dalam jumlah banyak

Contoh hasil yang dapat diciptakan

Manipulasi foto, menggambar digital painting, membuat brosur Membuat logo, kartun, line art, spanduk, product mock up, brosur dan alat promosi lainnya Membuat buku, company profile, majalah, tabloid dan sebagainya

Kelebihan

Mengelola tiap elemen yang ada sangatlah mudah, karena manajemen layer pada photoshop sangat baik. Photoshop kaya dengan warna, sangat handal dan cepat dalam mengolah dan menciptakan gambar berbasis pixel sehingga menjadi pilihan utama baik untuk fotografer ataupun  pelukis digital. Dalam hal mengolah teks dan membuat layout lebih baik daripada photoshop, mendukung multi-page dalam satu lembar kerja yang dinamakan Artboard. Gambar yang dibuat di-illustrator juga dapat dicetak pada ukuran apapun karena tidak akan pecah sebagai ciri khas dari gambar vector. Fasilitas untuk wrapping teks sangat baik, sesuai dengan fungsinya untuk membuat banyak halaman pada buku. Kemudian untuk semua elemen yang ada di Indesign terhubung berdasarkan link yang ditempatkan diluar file tergantung dengan jenis file tersebut apakah pixel atau vector sehingga ukuran file layout akan sangat ringan.

Kekurangan

Tidak dapat membuat multi-page layout dalam satu lembar kerja. Hanya ada dua cara yang cukup merepotkan untuk menciptakan layout yang sama, yaitu copy seluruh isi, kemudian membuat layer baru dan menyembunyikan layer sebelumnya atau buat di lembar kerja baru secara terpisah. Tidak ada master pages disini dan  tidak bisa menambah halaman secara otomatis, fasilitas wrapping text terbatas, jadi jangan buat buku dengan banyak halaman disini karena akan sangat merepotkan. Bukan buat gambar, karena fasilitas untuk gambar sangat minim, jadi kalau ingin menggunakan foto atau gambar lebih baik diolah dulu di photoshop atau illustrator.

Tanya Jawab (Q & A) :

Q : Kalau ingin buat spanduk yang ukuran besar, misal 6 meter x 2 meter sebaiknya dimana ya, photoshop atau illustrator?

A : Saya pernah coba buat spanduk ukuran besar di photoshop, wah berat sekali prosesnya dan memakan waktu yang lama, ukuran file-nya juga besar sekali. Nah waktu itu ada orang percetakan datang ambil file sampai tunggu cukup lama dan dia bilang katanya kalau mau buat spanduk di illustrator aja, nanti mainnya pakai ratio, misalnya mau buat spanduk 6 meter x 2 meter, ya di illustrator buatnya misalnya di resolusi Width: 300px  dan Height:  100 px atau semua ukuran yang memiliki ratio 3:1. Tapi ingat, untuk file gambar raster (JPEG, TIFF, PNG, Bitmap dsb) sebaiknya diberikan yang sebesar mungkin supaya tidak pecah kalau dicetak. Untuk XBanner (biasanya ukurannya 60cm x 160 cm) juga sebaiknya menggunakan illustrator.

Q : Saya pernah melihat foto orang yang bagus lalu dimodifikasi ada sayapnya, jadi seperti malaikat gitu, bagaimana cara membuatnya?

A : Untuk softwarenya adalah menggunakan photoshop. Ada beberapa cara membuatnya, tapi pada prinsipnya foto dimanipulasi sedemikian rupa dan mungkin digabungkan dengan digital painting. Jadi selain Anda harus memperoleh foto dan elemen-elemen yang bagus (bisa cari diinternet atau foto dengan model sendiri), Anda juga harus bisa painting di photoshop sehingga akan menghasilkan karya manipulasi foto yang menakjubkan. Cara ini akan jauh lebih cepat daripada proses digital painting biasa yang membuat semuanya dari awal.

Q : Kalau saya mau gambar komik, sebaiknya dimana ya?

A : Berdasarkan pengalaman saya, buat komik bisa membutuhkan perpaduan ketiga software tersebut. Sebagai contoh, jika Anda ingin membuat komik mulai dari line-art maka bisa menggunakan illustrator, berbagai model layout juga bisa dibuat disini, kemudian jika ingin diwarnai secara digital painting bisa dilakukan di photoshop dan untuk penyusunan komik tersebut per halamannya bisa dilakukan di indesign. Jika ingin membuat komik singkat dan terlihat sederhana dari sisi gambar dan pewarnaan, maka komik dapat dibuat hanya di adobe illustrator atau photoshop saja, tergantung jenis gambar atau output yang ingin dihasilkan.

Q : Untuk menggambar, sebaiknya saya fokus dimana, adobe illustrator atau photoshop?

A : Ini adalah pertanyaan yang jawabannya terserah Anda senangnya gambar dimana dan hasil output seperti apa yang Anda inginkan, karena masing-masing akan menghasilkan jenis karya yang berbeda.

Semoga bisa banyak yang lebih mengerti lewat artikel ini. Kalau ada pertanyaan lain, silahkan ditanya 🙂

Kuadran: Pekerjaan Vs Uang

pekerjaan vs uang

Sayang rasanya jika hanya beberapa orang yang membaca karena saya mendapatkan ulasan singkat dibawah ini melalui mailing list MTA, yang konon kuadran ini diketemukan oleh beliau ketika ia masih bekerja di salah satu bank besar di Indonesia. Ulasan ini agak kontroversial dengan tidak bermaksud menyinggung siapapun, namun kuadran ini sanggup mengupas kesadaran akan apa yang selama ini orang sebut sebagai “mata pencaharian”.  Berikut kuadrannya:

Kuadran: Pekerjaan Vs Uang

Golongan I

Golongan ini adalah orang-orang yang menyukai pekerjaan mereka, sekaligus juga menyukai uang atau penghasilan mereka. Golongan ini adalah orang-orang yang berada bagaikan di Surga.

Golongan III

Golongan ini adalah mereka yang sangat menyukai pekerjaan mereka, namun tidak terlalu terobsesi dengan penghasilan atau uangnya. Mereka memiliki jiwa sosial yang tinggi alias Pekerja Sosial, yang berjiwa pengabdian dan tulus-ikhlas.

Golongan II

Golongan ini adalah mereka yang karena sesuatu dan lain hal, tidak hanya membenci pekerjaan, tapi juga penghasilan mereka. Golongan ini menjalani hidup persis seperti di Neraka.

Golongan IV

Golongan ini adalah mereka yang membenci pekerjaan mereka, namun menyukai penghasilan (uang) yang dihasilkannya. Golongan ini berada dalam kuadran…maaf…Pelacur.

Apakah tulisan akan dianggap serius atau bergurau, silakan Anda yang memutuskannya. Yang jelas..tanpa rasa syukur dan kecintaan terhadap pekerjaan kita, mustahil karya besar dan kesuksesan akan tercapai.

All About Visual Library

Visual Library_mainVisual Library atau ada yang menyebutnya sebagai Visual Database / Visual Dictionary / Visual Resource / Visual Knowledge merupakan salah satu komponen yang membedakan keahlian antara seorang illustrator atau designer yang satu dengan yang lain. Visual Library adalah istilah dalam dunia seni dan bukanlah berbentuk perpustakaan fisik yang berisi buku-buku, melainkan berapa banyaknya pengetahuan tentang gambaran visual realitas suatu objek, dimana adanya di dalam otak sang seniman. Mengapa Visual Library sangat penting bagi seniman? karena Visual Library adalah pembentuk kreativitas dalam berkarya.

Berikut ini adalah perumpamaan tentang perbedaan dalam pengembangan visual library.

Anak (A), pada umur 2 tahun diajari menggambar oleh orang tuanya dan ia sangat menyukainya. Dia terus melanjutkan gambar apa saja tanpa dilarang oleh orang tuanya hingga dia dewasa dan mengambil kuliah dijurusan seni dan desain hingga bekerja pun didunia desain.

Anak (B), pada umur 2 tahun diajari menggambar oleh orang tuanya dan ia sangat menyukainya. Sayangnya, ketika ia semakin besar, dia diharuskan orang tuanya untuk fokus belajar pelajaran sekolah sehingga akhirnya terpaksa menghentikan minatnya terhadap dunia gambar. Baru setelah lulus kuliah dan bekerja ketika berusia 25 tahun, minat gambar itu muncul lagi dan ingin mengembangkannya lagi dengan mengikuti pelatihan dan kerja keras.

Visual Library_compare

Pertanyaannya adalah:

  1. Secara pengembangan visual library, mana yang lebih baik (A) atau (B) ?
  2. Secara kemampuan, anak mana yang lebih baik A) atau (B)?
  3. Dapatkah (B) mengejar ketertinggalannya dari (A)?

Jawabannya adalah:

  1. Hal ini tidak dapat dipungkiri bahwa visual library (A) jauh lebih banyak daripada (B), karena (A) melatihnya selama waktu tersebut melalui melihat gambar orang lain, dan juga ketika ia menggambar. Ketika diumur 15-18 tahun, pasti si (A) sudah mampu menghasilkan karya seni dengan gayanya sendiri, yang disebut sebagai menggambar dengan imajinasi.
  2. Mengenai kemampuan, sudah pasti bahwa (A) akan jauh lebih baik daripada (B) karena (A) sudah terbiasa menggambar. Apabila Anda tes keduanya ketika memasuki kursus menggambar dan Anda meminta mereka membuat gambar semut, dapat dijamin bahwa (A) akan menggambar semut dengan lebih baik, baik berdasarkan bentuk, perspektif, warna, maupun cahayanya. Sedangkan (B), tetap bisa menggambar, tetapi persepsi tentang gambar semut masih seperti ketika ia berumur belasan karena tidak dikembangkan. Disinilah akan terlihat perbedaan antara perkembangan visual library  (A) dan (B).
  3. Ini adalah pertanyaan yang menarik. Saya tidak menjawab pertanyaan ini secara hitam dan putih. Tetapi, (B) mungkin saja mengejar ketertinggalannya dari (A), dengan kata lain menyusul. Tidak ada yang tidak mungkin, jika Anda berusaha keras, bukan? Mengapa demikian? baiklah saya akan bahas, biasanya ketika seorang anak menggambar antara usia 12- 18, yang digambar adalah seperti kartun dan belum sangat tertarik menggambar sesuatu yang serius, misalnya menggambar realistik. Ketika memasuki kuliah, akan diperkaya lagi ilmu menggambarnya dengan teori dan sudut pandang seni serta desain. Di tahap inilah pengetahuan (A) akan berkembang lebih jauh lagi. Ini berarti, (A) mulai serius menggambar ketika kuliah di usia sekitar 18-22 tahun dan kemudian mengasahnya lagi di dunia kerja. Lantas bagaimana dengan (B)? (B) bisa mengejar dengan menggambar secara serius, tujuannya untuk meningkatkan persepsi visualnya, belajar tentang teknik-teknik menggambar dan memperbanyak “jam aksi” serta lebih banyak mengamati dari kehidupan nyata. Tapi bagi B tidak mudah dan butuh kedisiplinan yang sangat tinggi, komitmen dan waktu. Karena seni juga adalah tentang waktu untuk mengembangkan visual library.

Bagaimana mengembangkan visual library?

Visual Library sangat penting ketika Anda akan merancang konsep gambar, karena hanya mengandalkan teknik-teknik dasar dalam menggambar saja tidak cukup untuk menghasilkan karya yang diinginkan. Menurut Feng zhu dari FZD School of Design, Untuk mengembangkan visual library yang kuat, Anda dapat melakukan:

  1. Membaca buku, khususnya sebagian besar buku-buku cerita petualangan, karena ketika Anda membaca buku-buku tersebut, akan memaksa otak Anda untuk berimajinasi secara visual.
  2. Mengamati alam, semuanya yang berhubungan dengan alam. Ketika Anda mengamati alam lingkungan sekitar, Anda akan melihat rancangan yang sekarang dan fungsinya secara lebih detil. Misalnya bentuk pohon, binatang , bangunan, orang dan sebagainya.
  3. Melakukan perjalanan. Karena Anda akan memperoleh visual library yang baru, berupa pengalaman dan Anda bisa merasakannya.
  4. Mengunjungi museum. Di museum, Anda dapat lebih memahami sesuatu, belajar tentang skala juga bisa dilakukan disini, dan museum bisa memperlihatkan tentang keadaan zaman dahulu.
  5. Belajar dari video game & film atau teknologi. Ini sisi positif dari video game & film, dapat memperlihatkan desain saat ini dan juga tren dari industri.

Sebaliknya, sebaiknya Anda tidak melakukan hal-hal ini dalam upaya meningkatkan visual library Anda.

  1. Bermain video games. Karena buat yang sedang belajar menggambar atau desain akan sangat menghabiskan waktu. Bermainlah kembali ketika Anda sudah mahir!
  2. Menggambar Fan Art. Fan Art adalah karakter-karakter tokoh imajinasi yang dibuat oleh orang lain misalnya karakter anime, komik dan game. Akan jauh lebih baik bila Anda menggambar benda dari sesuatu yang nyata daripada menyalin atau membuat ulang karya fan art tersebut. Dalam sekolah seni dan desain, juga tidak ada pelajaran menggambar Fan Art!
  3. Menonton TV. Hindari menonton TV, karena itu buang-buang waktu.

Demikianlah artikel dalam blog saya kali ini. Semoga berguna buat Anda semuanya! 🙂